Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, softwarejaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah,dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkanoutput baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satukomponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasidalam suatu bidang tertentu. Tetapi Pengertian Sistem Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisi informasi- informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan. SISKO mampu memberikan kemudahan pihak pengelola menjalankan kegiatannya dan meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas dalam berbagai bidang.
Proses
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dasar yang muncul dan
dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatika melibatkan diri
lebih dari sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasidi dalamnya,
tetapi ikut dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan
masyarakat lokal. Masyarakat informatika tidak hanya menghadapkan teknologi,
tetapi juga gagasan sosial yang dikenal sebagai modal sosial. Masyarakat
informatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam konsep pembagian
masyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasi
masyarakat. Michael Gurstein, (Gurstein, 2000), mendeskripsikan masyarakat
informasidengan cara berikut: Masyarakat Informatika adalah aplikasi teknologi
informasi dankomunikasi untuk memungkinkan proses masyarakat dan pencapaian
tujuan masyarakat yang mencakup pembagian digital di dalam maupun antar
masyarakat.
Masyarakat
informatika muncul sebagai kerangka untuk mendekati Sistem Informasi secara
sistematis dari perspektif masyarakat dan sejajar dengan SistemInformasi
Manajemen dalam pengembangan strategi dan teknik untuk manajemen penggunaan dan
aplikasi sistem informasi masyarakat. Masyarakat informatika mengatasi hubungan
antara teori akademik danpenelitian, masalah kebijakan dan pragmatis yang
timbul dari puluhan ribu “JaringanMasyarakat”, “Pusat Teknologi Masyarakat”,
Telecentre, Pusat Komunikasi Masyarakat, dan Telecottage yang saat ini berada
secara global. Sebagai satu bidang akademik, masyarakat informatika mengambil
sumber daya dan partisipan dari serangkaian latar belakang, termasuk Ilmu
Komputer, Manajemen, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Perencanaan, Sosiologi,
Pendidikan, Kebijakan Sosial, dan penelitian Pedesaan, Regional, dan
Pembangunan. Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan
kepentingan bagi mereka yang perhatian dengan Pengembangan Masyarakat dan
Ekonomi Lokal di Negara Berkembang maupun Maju dan memiliki hubungan dekat
dengan mereka yang bekerja di bidang-bidang seperti Pembangunan Masyarakat,
Pembangunan Ekonomi Masyarakat, Informatika Kesehatan Berbasis Masyarakat,
Pendidikan Dewasa dan Lanjutan.
Masyarakat
informatika adalah bagian dari struktur masyarakat di dunia yang muncul dan
memiliki peran di sejumlah tingkat fundamental dalam masyarakat yang
berkembang. Masyarakat informatika dapat dideskripsikan sebagai penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi untuk praktik masyarakat, yang didefinisikan
oleh Glen (1993) sebagai Penyampaian Layanan Masyarakat, dan Tindakan
Masyarakat.Khususnya, Praktik Masyarakat semakin dianggap fundamental untuk
masalah-masalah sosial karena masyarakat di suatu tempat menghadapi dunia
perdagangan modern yang kurang menjadi subyek negara/ bangsa.
Komunikasi telah memainkan peranan penting
dalam mengembangkan dan mempertahankan kesehjateraan masyarakat secara
geografis sepanjang sejarah. Informatika Masyarakat adalah sebuah fenomena
terkini pada masyarakat jaringan modern,
dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat akhir 1980 sampaiawal 1990.
Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untuk menggunakan
prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untuk memberdayakan
dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan, organisasi,kelompok,
aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat). Namun, terkadang
terdapat beberapa pihak dalam masyarakat yang kurangtepat menggunakan teknologi
informasi secara bijak. Hal itu terlihat pada beberapa penyalahgunaan mereka
dalam beberapa hal yang tidak sesuai dengan nilai, dan norma yang ada dalam
masyarakat. Pentingnya pengetahuan etis dalam penggunaan teknologi inormasi
menjadi kajian lanjut yang perlu dipelajari demi tercapainya tujuan awal
teknologi informasi untuk mempermudah kehidupan manusia.
Pembahasan
1. Apakah
Pengertian dari moral, etika, dan hukum?
2. Mengapa perlunya
budaya etika didalam teknologi informasi?
3. Apa hubungannya
antara etika dan jasa informasi?
4. Apa saja hak
sosial dan komputer?
5. Apa rencana
tindakan yang dilakukan untuk mencapai operasi komputer yang etis?
Etika
dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada
sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena
kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual. Dalam dunia
bisnis salah satu alasan utama perhatian tersebut adalah pembajakan perangkat
alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga milyaran
dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi
dan pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya, yang dapat
membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada
cara penggunaannya.
A. MORAL, ETIKA DAN HUKUM
Moral ialah tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau
salah. Etika ialah satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi
suatu individu, kelompok dan masyarakat. Hukum adalah peraturan perilaku yang
dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat atau warga
negaranya.
Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai
moral dan etika dari
para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum
yang berlaku.
Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk
tertulis. Dilain pihak etika
dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak
disepakati oleh semua anggota
masyarakat.
B. PERLUNYA BUDAYA ETIKA
Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya
etika. Jika perusahaan harus etis, maka manajemen puncak harus etis dalam semua
tindakan dan kata-katanya. Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh.
Perilaku ini adalah budaya etika.
Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep
etikanya menyebar di seluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh
semua pegawai. Para eksekutif mencapai penerapan ini melalui suatu metode tiga
lapis, yaitu :
1. Corporate credo
ialah pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan.
2. Program etika
ialah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk
mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo.
3. Kode etik
perusahaan.
C. ETIKA DAN JASA INFORMASI
Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan
dampak sosial teknologi kompuetr, serta formulasi dan justifikasi kebijakan
untuk menggunakan teknologi tsb secara etis. (James H. Moor) Manajer yang
paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO. Etika komputer
terdiri dari dua aktivitas utama yaitu :
1. CIO harus
waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
2. CIO harus berbuat
sesuatu dengan menformulasikan kebijakan-kebijakan yang memastikan bahwa
teknologi tersebut secara tepat.
Namun ada satu hal yang sangat
penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yang bertanggungjawab atas etika
komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggungjawab. Keterlibatan seluruh
perusahaan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end user computing saat ini.
Semua manajer di semua area bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis
di area mereka. Selain manajer setiap pegawai bertanggungjawab atas aktivitas
mereka yang berhubungan dengan komputer.
Alasan pentingnya etika komputer yaitu
Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat
yang tinggi pada
komputer, yaitu :
1) Kelenturan
logika : kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan .
2) Faktor
transformasi : komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan
sesuatu.
3) Faktor tak kasat
mata : semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan.
Faktor ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang
tidak terlihat, perhitungan rumit yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang
tidak terlihat.
D. HAK SOSIAL DAN KOMPUTER
Masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan
penggunaan komputer, yaitu :
1. Hak atas komputer
:
a. Hak atas akses komputer
b. hak atas keahlian komputer
c. hak atas spesialis komputer
d. hak atas pengambilan keputusan komputer
2. Hak atas informasi
:
a. Hak atas privasi
b. Hak atas akurasi
c. Hak atas kepemilikan
d. Hak atas akses
Kontrak sosial jasa informasi
Untuk memecahkan permasalahan
etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang
memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi
membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang
mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi
tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebutb,
menyatakan bahwa :
a) Komputer tidak
akan digunakan untuk sengaja mengganggu privasi orang
b) Setiap ukuran
akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer
c) Hak milik
intelektual akan dilindungi
d) Komputer dapat
diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi.
E. RENCANA TINDAKAN UNTUK MENCAPAI OPERASI KOMPUTER YANG
ETIS
1. Donn Parker dari
SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam
mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan, yaitu :
Formulasikan kode perilaku.
2. Tetapkan aturan
prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa komputer
untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer
3. Jelaskan sanksi
yang akan diambil thd pelanggar, seperti teguran, penghentian dan tuntutan
4. Kenali perilaku
etis
5. Fokuskan
perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan dan bacaan yang diisyaratkan
6. Promosikan UU
kejahatan komputer dengan memberikan infoemasikan kepada karyawan
7. Simpan suatu
catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, dam kurangi godaan untuk melanggar dengan
program-program seperti audit etika.
8. Dorong
penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika
dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik
9. Dorong
partisipasi dalam perkumpulan informasi
10. Berikan
contoh.
Menempatkan etika komputer dalam perspektif
Berbagai masalah sosial yang
gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk
menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer. Sepuluh langkah
yang dianjurkan Paker dapat diikuti CIO di perusahaan manapun untuk
mengantisipasi penerapan etika jasa informasi. Organisasi SIM dipercayakan pada
program komputer, pasokan, data, dokumentasi, dan fasilitas yang terus
meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus memelihara standar kinerja, keamanan
dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan integritas dan perlindungan
berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut ini harus digunakan sebagai
panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun keberhasilan program ini
tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi SIM pada nilai aktiva yang
dipercayakan kepadanya. Harus disadari bahwa pelanggaran kepercayaan ini
mengakibatkan tindakan pendisiplinan, termasuk pemberhentian. Secara khusus
para karyawan harus :
a. Melakukan semua
kegiatan tanpa kecurangan. Hal ini mencakup pencurian atau penyalahgunaan uang,
peralatan, pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu komputer.
b. Menghindari
segala tindakan yang mengkompromikan integritas mereka. Misalnya pemalsuan catatan dan dokumen, modifikasi program dan file produksi tanpa ijin, bersaing
bisnis dengan organisasi, atau terlibat dalam perilaku yang mungkin
mempengaruhi perusahaan atau reputasinya. Para karyawan tidak boleh menerima
hadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak seperti itu.
c. Menghindari
segala tindakan yang mungkin menciptakan situasi berbahaya. Termasuk membawa senjata tersembunyi di tempat kerja, mencederai orang lain atau mengabaikan
standar keselamatan dan keamanan.
d. Tidak menggunakan
alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja di bawah pengaruh
alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugar untuk bekerja.
e. Memelihara
hubungan yang sopan dan profesional dengan para pemakai, rekan kerja dan penyelia. Tugas pekerjaan
harus dilaksanakan sesuai dengan permintaan supervisor dan manajemen serta harus
sesuai dengan standar keamanan bekerja. Setiap penemuan pelanggaran
perilaku atau keamanan harus segera dilaporkan.
f. Berpegang pada
peraturan kerja dan kebijakan pengupahan lain.
g. Melindungi
kerahasiaan atau informasi yang peka mengenai posisi persaingan
perusahaan, rahasia
dagang atau aktiva.
h. Melakukan
praktek bisnis yang sehat dalam mengelola sumber daya perusahaan seperti
sumber daya manusia, penggunaan
komputer, atau jasa luar.
Menerapkan teori pengambilan keputusan pemasaran yang etis
pada sistem informasi.
Softlifting ialah istilah untuk penggandaan ilegal perangkat
lunak komputer. Tidak ada teori dari sistem informasi untuk mengatur perilaku
tidak etis tersebut. Namun ada satu teori dari pemasaran dapat diterapkan yaitu
teori yang dikembangkan oleh S.D. hunt dan S.J. Vitell. Teori ini mencakup dua
komponen kunci dari pengambilan keputusan yang etis, yaitu
1. Komponen
deontologis
Teori deontologis mengasumsikan bahwa ada satu set peraturan
atau panduan untuk mengarahkan perilaku etis. Aturan-aturan ini dapat
didasarkan pada keyakinan agama, intuisi atau faktor lain.
2. Komponen
teleologis
Teori telelogis mengukur derajat kebenaran atau kesalahan
berdasarkan konsekuensinya. Konsekuensi tersebut dapat dilihat dari sudut
pandang apa yang terbaik bagi individu yang melakukan tindakan atau apa yang
terbaik bagi masyarakat secara keseluruhan.
Kesimpulan
Etika komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika
penggunaan komputer dan menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada
budaya etika. Manajer-manajer lain dan semua pegawai yang menggunakan komputer
atau yang terpengaruh oleh komputer turut bergabung dengan CIO dalam tanggung
jawab ini.
a. Masyarakat
mementingkan etika komputer karena tiga alasan dasar, yaitu :
Logika kelenturan komputer
b. Komputer
mengubah cara hidup dan kerja kita
c. Proses komputer
tersembunyi dari penglihatan karena nilai-nilai pemograman yang tidak terlihat.
1) Masyarakat
memiliki hak tertentu berkaitan dengan komputer, yaitu :
Hak atas komputer :
– Hak atas akses
komputer
– Hak atas keahlian komputer
– Hak atas spesialis
komputer
– Hak atas
pengambilan keputusan komputer
2) Hak atas
informasi :
– Hak atas privasi
– Hak atas akurasi
– Hak atas
kepemilikan
– Hak atas akses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar